Content Strategy Prompt Hub

Generator Prompt All-in-One

Buat prompt siap pakai untuk analisis tren, konten sosial media, non-commodity content, dan arsitektur SEO — langsung copy ke Claude atau AI lainnya.

Analisis Trend Social Media Non-Commodity Struktur SEO
Identitas & Konteks
Bahasa output:
Blog Newsletter YouTube LinkedIn Webinar Podcast Instagram TikTok
Input Data Tren (Paste dari Tool Riset)
A. Google Trends / Exploding Topics
B. Reddit — Thread & Pertanyaan Populer
C. X/Twitter — Tweet & Topik Viral
D. LinkedIn — Postingan Engagement Tinggi
E. YouTube — Topik Video yang Sedang Naik
F. Berita & Publikasi Industri Terbaru
G. Data SEO — Topik Pertumbuhan Traffic Cepat
H. Funding, Akuisisi, atau Peluncuran Produk
I. Agenda Konferensi atau Event Industri
J. Data Tambahan Lainnya (Opsional)
Prompt Analisis Trend
Panduan Penggunaan Prompt
✓ Lakukan Ini
Isi minimal 3–4 sumber data nyata sebelum generate. Semakin banyak data real, semakin tajam output tren yang diidentifikasi.
✗ Hindari Ini
Jangan generate tanpa data — prompt akan meminta konfirmasi bahwa Anda tidak memiliki data, dan hasilnya tidak bisa divalidasi.
💡 Tips Output
Prompt ini meminta 15–30 topik, detail per topik, klaster tematik, dan 10 topik prioritas. Hasilnya adalah brief lengkap siap eksekusi tim konten.
⚠ Batasan
Prompt melarang AI menyebut volume pencarian dan melarang duplikasi topik. Jika data tidak cukup, AI akan terus terang bilang data kurang.
Pilih Jenis Prompt Social Media

Buat prompt untuk audit mendalam akun Anda + analisis 5 kreator teratas di niche Anda.

Prompt Social Media
Tips Penggunaan 4-Tahap
Urutan optimal penggunaan prompt
Ikuti urutan: (1) Audit Akun → (2) Rencana 7 Hari → (3) Tulis Postingan → (4) Sistem Otomatis. Hasil dari setiap tahap menjadi input tahap berikutnya. Paste output AI dari satu tahap ke field input tahap selanjutnya untuk hasil terbaik.
Hook yang efektif per platform
Instagram: Hook 1–2 kalimat, pakai pertanyaan atau pernyataan mengejutkan. TikTok: Detik 0–2 krusial — pertanyaan, kontroversi ringan, atau janji hasil konkret. LinkedIn: Hindari "Excited to share..." — mulai dengan insig/data/cerita personal. YouTube: Hook 15 detik pertama harus jawab "mengapa harus nonton ini".
Pilih Tipe Non-Commodity Content

Non-Commodity Content = konten yang tidak bisa dihasilkan AI tanpa pengalaman langsung, data original, atau keahlian spesifik Anda.

Data Original
Survei, riset, analisis mandiri
Review Jangka Panjang
Laporan jujur setelah pemakaian nyata
Studi Kasus Nyata
Angka riil proyek yang dikerjakan
Dokumentasi Proses
Buka "dapur" cara kerja internal
Perbandingan Langsung
A/B Test atau uji banding mandiri
Analisis Kegagalan
Post-mortem jujur & pelajaran
Prompt Non-Commodity Content
Ujian 10 Detik Non-Commodity
❌ Commodity Content
"7 Tips Hemat Uang" — siapapun dengan koneksi internet bisa menulis ini tanpa pengalaman nyata. Langsung gagal ujian 10 detik.
✅ Non-Commodity Content
"Saya bangkrut di usia 32, ini yang saya lakukan berbeda di tahun ke-2 recovery" — hanya orang yang pernah mengalami yang bisa menulisnya.
💡 Formula: 7 Elemen
Tindakan → Alasan → Proses → Masalah → Data → Hasil → Pelajaran. Gunakan ini sebagai kerangka untuk setiap konten yang Anda buat.
⚠ Pesan Utama
Jangan bersaing melawan AI dalam menyajikan informasi umum — AI pasti menang dalam kecepatan dan volume. Bersainglah di pengalaman nyata & data orisinal.
Konfigurasi Artikel
H1 → H2 → H3 Hierarki Intro dengan Hook FAQ Section Tabel Perbandingan Kesimpulan + CTA Schema FAQ Internal Link Suggestions Meta Description
Prompt Struktur Artikel SEO
Prinsip Information Architecture
H1 = 1 per artikel H2 = Topik utama H3 = Sub-topik Paragraf = 2–4 kalimat 1 ide = 1 paragraf List = hanya jika relevan Tabel = untuk komparasi
Dosa #1: Heading Jadi Tempat Sampah Keyword
Membuat banyak H2 dengan variasi keyword yang maknanya sama (Jasa SEO Murah / Jasa SEO Profesional / Jasa SEO Terbaik) bukan struktur — itu spam. Google sudah cukup pintar untuk mengetahuinya.
Dosa #2: Tembok Ratapan (Wall of Text)
5000 kata tanpa pemisah, tanpa heading, tanpa list. Manusia pusing bacanya. AI juga kebingungan nentuin bagian mana yang menjawab pertanyaan spesifik, lalu skip website Anda.
Menu Favorit AI Overview
AI suka konten dengan struktur: Definisi jelasLangkah-langkahDaftar terstrukturPerbandingan tabelFAQ. Jika H2 Anda jelas, AI tinggal copas jawaban ke posisi paling atas pencarian.
Artikel menang di era AI: bukan yang paling banyak keyword
Artikel yang menang hari ini bukan yang paling banyak keyword-nya, tapi yang strukturnya paling rapi. AI tidak baca kayak manusia — dia memindai halaman untuk mencari node informasi. H1 memberi konteks, H2 membagi wilayah, H3 mempersempit. Kalau berantakan, AI langsung skip website Anda.
Prompt disalin ke clipboard!